-->

‎Pengurus Front PETA Kabupaten Aceh Tamiang Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

29 Oktober, 2026, 19.03 WIB Last Updated 2026-10-29T12:06:36Z
LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Ketua Front Pembela Tanah Air (PETA) Provinsi Aceh, T. Sukandi secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Front PETA Kabupaten Aceh Tamiang periode 2026-2031, bertempat di Kuala Simpang, Kamis (29/10/2026).
‎
‎Pengukuhan dan pelantikan Pengurus Front PETA Kabupaten Aceh Tamiang periode 2026-2031, dengan tema utama Hubbul Wathon Minal Iman, Membangun Karakter Pemuda Berintegritas Mewujudkan Bangsa Indonesia yang Maju, Adil dan Sejahtera dalam Bingkai NKRI. 
‎
‎Tampak hadir dalam acara tersebut yakni Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH, Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H, Danyonif 111/Karma Bhakti, Letkol Inf Arlin Juniaman Zai, S.Sos, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tamiang, Dr. Yudhi Syufriadi, S.H., M.H, Ketua MPU Aceh Tamiang, Ustaz Syahrizal Darwis, MA, Anggota DPRA Muhammad Zakiruddin dan tamu undangan lainnya.
‎
‎Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh T. Sukandi selaku Ketua Front Pembela Tanah Air (PETA) Provinsi Aceh. Kepengurusan Front PETA Kabupaten Aceh Tamiang periode 2026–2031 ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor: Kep.No/003/PETA/SK/VIII/2026.

‎Adapun pengurus inti yang dilantik yaitu Muhammad Deni sebagai Ketua, Joni Hermansyah sebagai Sekretaris dan Wan Okky Haqiqi sebagai Bendahara. Sedangkan sebagai Pelindung yakni Dandim 0117/Aceh Tamiang dan sebagai penasehat yaitu Amir Hasan Nazri, SH, Syahriel Nasir, S.Kom dan Muhammad Ichsan Zakwan. 
‎
‎Dalam sambutannya, Muhammad Deni selaku Ketua Front Pembela Tanah Air (PETA) Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan kesiapannya menjalankan amanah organisasi dengan penuh dedikasi, integritas, dan tanggung jawab. 
‎
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

‎Dikatakannya, kemajuan PETA tidak dapat dicapai hanya oleh ketua, tetapi membutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh pengurus serta anggota.
‎
‎“Jabatan ini bukanlah sebuah kebanggaan semata, melainkan sebuah amanah besar yang harus saya jalankan dengan dedikasi, integritas, dan rasa tanggung jawab. Tentu saja saya tidak bisa berjalan sendirian,” ungkap Muhammad Deni.
‎
‎Deni mengajak seluruh pengurus membangun komunikasi yang terbuka, menerima kritik, serta aktif memberikan masukan untuk memperkuat organisasi.
‎
‎"Saya berharap PETA Aceh Tamiang menjadi wadah yang produktif dalam membangun kebersamaan, mengembangkan potensi anggota, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," demikian harap Muhammad Deni.
‎
‎Sementara Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Fahmi, M.H., berharap PETA mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mendukung terciptanya ketenteraman dan ketertiban umum di tengah masyarakat.
‎
‎Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pemulihan pascabencana. Kolaborasi bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri diharapkan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat terdampak, kegiatan sosial, serta dukungan terhadap pembangunan daerah.
‎‎
"Peran tersebut diharapkan dijalankan secara konstruktif dengan tetap berpedoman pada hukum, menghormati norma yang berlaku, serta mengedepankan kepentingan masyarakat luas," tegasnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini